Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2016

"Flakka", Narkoba Jenis Baru yang Lebih Berbahaya dari Kokain!



Muncul dengan nama flakka. Di beberapa bagian negara, obat ini disebut gravel atau kerikil karena berbentuk seperti potongan kristal putih seukuran kerikil di dalam akuarium.

Obat ini dibuat menyerupai kokain. Namun, pada tahun 2012, kelompok pembuat obat sintetis terkait dilarang beroperasi. Pasalnya,flakka berpotensi jauh lebih berbahaya ketimbang kokain.

Kesalahan dalam Membaca Label Nutrisi Makanan Kemasan


Anda tahu bahwa membaca label makanan adalah hal yang sangat penting. Selama ini, ketika membaca label, hal-hal apa sajakah yang paling Anda perhatikan? Kandungan gula dan kalori? Itu saja belum cukup karena ada hal-hal penting yang perlu Anda perhatikan.

Selain itu, mungkin saja selama ini Anda salah memahami berbagai istilah yang tertulis pada label produk makanan. Misalnya, istilah 'dikurangi' dengan 'rendah' - keduanya merujuk pada arti yang berbeda. Inilah kesalahan yang dilakukan banyak orang ketika membaca label produk makanan.

Selasa, 13 September 2016

Buah Mangga Terbukti Mencegah Obesitas dan Diabetes



Buah mangga yang saat ini sedang musim tampaknya akan naik daun menjadi superfood. Riset menemukan bahwa mangga dapat mencegah obesitas dan diabetes tipe 2.

Kamis, 08 September 2016

5 Kebiasaan Buruk Sebelum Tidur yang Mengganggu Kesehatan


Tidur selama tujuh sampai sembilan jam sehari ternyata tidak cukup untuk membuat Anda bersemangat di pagi hari. Ada beberapa kebiasaan kecil yang tanpa Anda sadari, bisa membuat pagi Anda menjadi lesu, sehingga Anda malas berolahraga dan pergi kerja.

Hentikan kebiasaan buruk sebelum tidur, walaupun terlihat remeh, agar Anda bisa bangun pagi dengan lebih gembira dan sehat.

Jam Berapa Sebaiknya Anak Tidur Malam?


Sesuai usia, anak memiliki jam tidur yang harus dipenuhi untuk pertumbuhan mental dan tubuh yang sehat. Namun, tak sedikit orangtua yang masih bingung jam berapa sebaiknya anak tidur malam.

"Bagi anak-anak, jumlah jam tidur sangat memengaruhi kesehatan fisik, suasana hati, kesehatan mental, hingga perkembangan kognitif, dengan cara yang positif. Menetapkan jam tidur yang sesuai dengan usia, memungkinkan anak untuk mendapatkan jam tidur sesuai kebutuhannya," papar Dr. Sumit Bhargava, profesor klinis pediatri di Stanford University School of Medicine dan dokter tidur di Rumah Sakit Anak Lucile Packard.

Bhargava melanjutkan, mengatur waktu tidur yang tepat berdasarkan jumlah jam tidur anak dsebaiknya iterapkan oleh orangtua. Kemudian, orang tua perlu konsisten dengan itu, bahkan pada akhir pekan.

Pasalnya, tidur sama pentingnya bagi kehidupan manusia seperti makan dan bernapas. Kita menghabiskan hampir sepertiga dari hidup kita dengan tidur.

The American Academy of Sleep Medicine merilis pedoman tidur baru untuk anak-anak dan merekomendasikan bahwa:

Khasiat Bunga Kitolod untuk Obati Penyakit Mata, dari Katarak Hingga Minus



Tanaman kitolod sering disebut juga kembang jangar atau bunga bintang lima ini tumbuh liar diantara semak–semak, di tepi jalan, bahkan di pinggir selokan dan seolah-olah terabaikan tak ada manfaatnya.

Rabu, 07 September 2016

Tergiur Tawaran, Wajah Model Ganteng Ini Jadi Berantakan





Seorang remaja tampan bernama Ellowe Alviso mengalami penyesalan dalam hidupnya setelah wajah tampannya berubah menjadi aneh. Bekerja sebagai model, dirinya sangat membutuhkan wajah tampannya untuk mendapatkan pundi uang.

Gadis Bercangkang Kura-Kura, Faktanya Lebih Menyedihkan





Tahi lalat yang dimiliki oleh manusia pada umumnya biasanya hanya titik berwarna hitam atau cokelat di bagian tubuh tertentu. Namun berbeda dengan gadis 10 tahun bernama Tham di Vietnam ini. Ia memiliki ukuran tahi lalat yang beda dari manusia lainnya.

10 Penyakit Mematikan Sepanjang Sejarah Peradaban Manusia

Depresi adalah salah satu kondisi mental yang banyak dialami oleh para komedian, dan sayangnya tak jarang berujung pada kematian.

Penyakit menular telah menjadi penyebab utama kematian jutaan manusia sepanjang sejarah. Bahkan jika dibandingkan dengan peperangan, penyakit menyumbang dua pertiga jumlah korban meninggal daripada korban perang hanya

Karena sanitasi yang buruk, pengobatan yang masih tergolong primitif menjadi alasan penyebaran penyakit menular kian cepat. Infeksi bakteri secara konsisten terus mengganggu sepanjang sejarah peradaban manusia. Dalam catatan sejarah, ada 10 penyakit yang telah menyebabkan kematian massal, seperti dilansir dari Medical Daily

2,6 Miliar Orang Berisiko Terkena Zika, Termasuk Indonesia

Ilustrasi Foto Virus Zika (iStockphoto)


Sebanyak 2,6 miliar orang yang hidup di bagian Asia dan Afrika berisiko terkena Zika. Hal ini berdasarkan analisis baru para ahli melihat dari pola perjalanan, iklim, dan pola nyamuk di daerah tersebut.

Beberapa negara yang paling rentan terhadap virus ini adalah India, Cina, Filipina, Indonesia, Nigeria, Vietnam, Pakistan, dan Bangladesh, seperti dilansir Time, Senin (5/9/2016).

"Lebih dari dua pertiga orang yang terinfeksi virus ini tidak pernah sakit dan gejalanya pun bisa ringan sehingga mungkin terlewat dari sistem pengawasan," ujar peneliti.

Pengakuan seorang "Budak Ekstasi"

Ekstasi merupakan salah jenis narkoba yang penggunanya kian meningkat di Tanah Air.


Jumlah pengguna narkoba di Tanah Air kian meningkat dari tahun ke tahun. Alasan di balik ketergantungan mereka terhadap barang haram tersebut beragam. Ada yang berupaya lari dari kenyataan lantaran merasa hidup terlampau pahit untuk dilewati dengan kesadaran penuh.

Ada juga sebagian dari mereka yang menganggapnya solusi untuk menggapai ketenangan atau kepercayaan diri yang maksimal. Alasan-alasan tersebut tergolong sebagai faktor yang memiliki dampak berjangka panjang. Oleh karena itu, para pengguna kerap beralih ke narkoba jenis sabu dan ganja.

Sabu diyakini membantu pengguna lari dari masalah dengan cara membuatnya lebih aktif dalam melakukan sesuatu sehingga terlupa akan masalah yang tengah menghampirinya.

Sementara ganja diyakini membantu pengguna lari dari masalah dengan cara membuatnya lebih tenang dalam melakukan sesuatu sehingga berpikir semua masalah tidak perlu diselesaikan atau maklum apabila dilupakan.

Namun, tahukah Anda bahwa ada satu jenis narkoba yang kepopulerannya tidak kalah tinggi dari sabu dan ganja? Jenis yang dimaksud adalah ekstasi, namun masyarakat umum menyebutnya "inex".




Berbeda dengan sabu atau ganja yang mana penggunanya menggunakan dalam jangka waktu panjang, "inex" cenderung digunakan untuk kepentingan jangka pendek, yaitu merasakan sensasi terlampau nikmat dalam tubuh melalui semua alat indera yang dimiliki manusia.

Meski hanya bersifat sesaat atau bukan jenis yang bisa atau dipilih untuk dikonsumsi pengguna setiap saat, penggunaan dalam jumlah banyak atau bahkan satu saja bisa merengut nyawa pemakainya.

Liputan6.com berkesempatan untuk mewawancarai seorang pengguna narkoba jenis ekstasi yang mengaku dirinya masih aktif memakai. Namun, ia menolak untuk identitasnya diumbar ke publik dan lebih memilih untuk disebut sebagai "budak ekstasi".

Berikut wawancara khusus dengannya.

Makan Buah Selama Kehamilan Cerdaskan Anak



Di masa lalu, makan ikan saat hamil telah dikaitkan dengan perkembangan kognitif yang baik pada anak-anak.

Kini, menurut sebuah studi yang belum lama dilakukan oleh para peneliti di University of Alberta mendapati, ada satu kelompok makanan yang kemungkinan besar dapat memengaruhi intelegensi bayi di kemudian hari, yaitu buah-buahan.

Ubi Ungu, Superfood dari Indonesia














Makanan dengan kandungan antioksidan tinggi sering disebut sebagai makanan fungsional atau superfood. Dari Indonesia, ubi ungu termasuk dalam makanan yang murah dan unggul dalam kandungan antioksidan.

Antioksidan yang terdapat dalam ubi ungu adalah antosianin. Menurut Prof.Ali Khomsan, Guru Besar Gizi Masyarakat dari Institut Pertanian Bogor, antosianin memiliki manfaat sebagai antioksidan, anti-inflamasi dan mampu merelaksasi pembuluh darah.

Keunggulan lainnya adalah mengandung karbohidrat kompleks sehingga tidak cepat membuat gula darah meningkat, tinggi serat, non-gluten, serta mengandung betakaroten yang tinggi.

Senin, 29 Agustus 2016

Hanya 5 Menit, Lakukan Ini untuk Redakan Stres



Internet berkecepatan tinggi, situs belanja online, media sosial, dan telepon adalah teknologi modern yang mengikat jutaan orang di dunia. Bagaimana Anda dapat melindungi diri sendiri dan tidak merasa kewalahan dengan efek teknologi itu?

Karena pada kenyataannya, selain ada manfaat positif, ada juga efek negatif dari teknologi. Anda menjadi terlalu sibuk dengan dunia luar dan itu bisa membuat Anda tertekan. Komentar buruk di media sosial, kehilangan kendali atas keuangan karena terlalu banyak belanja dan lain sebagainya. Akhirnya, Anda stres.

Redakan stres Anda dengan teknik di bawah ini. Teknik ini telah dipelajari dan terbukti efektif mengurangi stres kurang lebih sebanyak 55 persen dan hanya perlu waktu lima sampai tujuh menit untuk melakukannya. Plus, teknik ini juga membangkitkan kesadaran Anda untuk mengambil lagi kendali atas tubuh dan emosi Anda.

41 Orang di Singapura Tertular Zika Secara Lokal



Kementerian Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup Nasional di Singapura menyatakan 41 orang telah tertular virus zika secara lokal. Ini artinya, mereka tertular virus di wilayah Singapura, bukan saat berpergian ke negera lain yang terjangkit Zika.

Membedakan Nyeri Pinggang Biasa dengan Saraf Kejepit


Penyakit saraf kejepit mungkin sering kita dengar. Sayangnya, masyarakat awam sering keliru membedakan antara saraf kejepit dengan nyeri pinggang biasa.

Menurut dr.Harmantya Mahadipta, spesialis orthopedi, penyakit saraf kejepit atau HNP (hernia nukleus pulposus) memiliki ciri khas berupa rasa nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain.

Sehatkah Memutar Tubuh hingga Tulang Berbunyi?



Setelah melawati hari yang melelahkan, Anda tentu pernah memutar tubuh sampai bahwa tulang punggung berbunyi untuk meregangkan otot-otot yang terasa kaku. Namun, amankah kebiasaan ini?

Kamis, 25 Agustus 2016

Rupanya Inilah yang Sebenarnya Terjadi pada Otak Manusia Saat Tidur

Hasil gambar untuk sleep


Mengapa manusia menghabiskan sepertiga waktu hidupnya (8 jam per hari) untuk tidur? Apakah kita makhluk malas?

Christoph Nissen, psikiatri dari Universitas Freiburg di Jerman mengungkap bahwa tidur bukan sekadar istirahat dan bukan membuang waktu.

Menurut risetnya yang dipublikasikan di Nature Communicationpada Selasa (23/8/2016), tidur memberi kesempatan pada otak untuk menata dan mengendapkan memori serta mencegah kejenuhan sinyal.

Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan

Hasil gambar untuk bahagia

Seperti kutipan yang diungkap oleh Leigh Hunt, bahwa dasar dari semua kebahagiaan sesungguhnya adalah kesehatan. Ketika bicara tentang kebahagiaan kebanyakan orang memikirkan hal yang bersifat materi seperti uang, kesuksesan, dan lainnya. Hal tersebut memang tak sepenuhnya salah, namun ada hal yang sering dilupakan dan sebenarnya lebih penting dari materi, yaitu kesehatan.


Untuk bisa berbahagia seseorang perlu sehat terlebih dahulu. Tak hanya kesehatan fisik melainkan juga kesehatan mental. Berikut adalah alasan mengapa kesehatan penting untuk kebahagiaan, seperti dilansir oleh Mag for Women.

Rabu, 24 Agustus 2016

Sering Minum Air Putih Dapat Jaga Kulit Tetap Lembab


Hasil gambar untuk AIR

Air merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan. Sebab, jika wanita mengonsumsi air bersih, secara tidak langsung ia pun akan terhindar dari penyakit.

Namun, selain untuk kesehatan, air putih juga bermanfaat untuk kecantikan.