Minggu, 08 November 2015

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Makan Banyak Gula?

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Makan Banyak Gula?
Jakarta, CNN Indonesia -- Cokelat, permen, atau makanan lain yang berbahan dasar gula memiliki banyak penggemar. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun banyak yang menyukai makanan tersebut.

Apapun yang kita konsumsi pasti memiliki dampak, entah baik atau buruk. Semua tergantung bagaimana kita mengkonsumsinya, sesuai kebutuhan, kurang atau malah berlebihan.


Efek langsung dari mengkonsumsi gula yang berlebihan mungkin tidak terlihat dengan cepat, padahal, saat asupan glukosa meningkat, metabolisme tubuh bisa kacau. Berikut adalah hal-hal yang terjadi dalam tubuh selama 60 menit setelah mengonsumsi gula, seperti dilansir laman Independent.

0-15 Menit

Bercampurnya gula dan bakteri mulut membentuk senyawa yang bersifat asam yang akan menggangu enamel gigi. Jika sering terjadi, imbasnya, gigi bisa rusak dan berlubang.

15-30 Menit

Pada waktu ini, gula melewati lambung dan sampai ke usus kecil kemudian gula diserap oleh darah. Pankreas kemudian melepaskan insulin dalam jumlah banyak, yang mengonversi asupan gula menjadi energi. Kemudian sel-sel otot tubuh membawa kelebihan gula dalam darah yang dikirim ke hati dan disimpan sebagai lemak.

Di sisi lain, tubuh menginterpretasikan naiknya insulin dan jumlah gula dalam darah sebagai hasil dari stres, sehingga tubuh memproduksi hormon stres yakni kortisol dan epineprin. Imbasnya, kedua hormon ini membuat kerja jantung meningkat, yang juga ikut meningkatkan tekanan darah serta memicu produksi keringat.

30-45 Menit

Produksi insulin juga hormon stres yang berlebih kemudian menurun tajam bersamaan dengan gula yang habis diolah tubuh. Akibatnya, justru tubuh mengalami hipoglikemi atau keadaan dimana tubuh kekurangan gula.

Gejalanya ditandai dengan tubuh yang lemas, mengantuk atau bahkan sakit kepala. Dalam hal ini, tubuh mencoba mengatasinya dengan meningkatkan kembali kadar gula melalui cadangan lemak di hati. Di saat bersamaan, gula yang masuk ke lambung membuat bakteri jahat berkembang biak. Hal ini bisa membuat mulas dan perut kembung.

Lebih dari 45 Menit

Naik turunnya kadar gula menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun yang mengakibatkan hilangnya kemampuan tubuh menangani infeksi berbahaya. Jika hal ini terus-menerus berlangsung dan bahkan menjadi kebiasaan, risiko diabetes tipe dua pun sontak meningkat. (les/les)

http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151021140919-262-86347/apa-yang-terjadi-pada-tubuh-saat-makan-banyak-gula/

Miss Thailand Tak Malu Sujud di Kaki Ibunya yang Pemulung




Siakapkeli.my




Siakapkeli.my


Tentu ada alasan kuat Khanittha bersujud kepada sang ibunda tanpa rasa malu. "Apa yang aku raih saat ini karena ibuku. Ia yang membuatku hidup dengan melakukan segala pekerjaan dengan jujur, sehingga tak ada alasan bagiku merasa rendah diri," tuturnya seperti dikutip laman DramaFever, Rabu, (28/10/2015).

Melihat sosok Khanittha dalam foto mungkin membuat kita berpikir ia layaknya puteri-puteri kontes kecantikan lain yang anggun. Namun dalam kehidupannya ia menjalani dengan keras. Ia banyak melakukan pekerjaan kasar termasuk membantu ibunya mengumpulkan dan mendaur ulang sampah. Meski sering dianggap pekerjaan rendahan gadis cantik ini tetap optimis atas apa yang dilakukannya.

Sebagai anak pemulung ia tak menyangka bakal memenangkan salah satu kategori. "Ketika juri mengumumkan bahwa aku pemenangnya tak pernah ku sangka," ujarnya. "Apa yang kucapai hari ini karena kerja keras ibuku juga," ucap Khanittha bangga.

http://health.liputan6.com/read/2351811/miss-thailand-tak-malu-sujud-di-kaki-ibunya-yang-pemulung?p=2

Sifat Pemarah Bisa Memperpendek Usia

Sifat Pemarah Bisa Memperpendek Usia

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah penelitian terbaru dalam jurnal Social Science and Medicinemenunjukkan sifat pemarah dapat mempersingkat masa hidup seseorang

Para peneliti menemukan bahwa pria berumur sekitat 35 tahun yang cepat tersulut amarahnya kemungkinan besar akan meninggal 35 tahun kemudian dibandingkan dengan laki-laki yang bukan pemarah.

Kendati para peneliti tidak menyelidiki alasan mengapa amarah memiliki hubungan dengan kematian dini, mereka mengatakan sifat pemarah memiliki hubungan dengan beberapa proses fisiologis yang negatif.

Misalnya saja aterosklerosis, yaitu penyumbatan pembuluh darah oleh zat-zat berlemak, dan bisa berakibat pada “insiden kesehatan yang serius dan berpotensi fatal seperti serangan jantung.”
“Hal ini menunjukkan bahwa perwujudan nyata dari rasa marah dalam proses fisiologi mungkin menjadi pernyebab antara topik penelitian yaitu hubungan antara rasa marah dan kematian,” tulis para peneliti dari Universitas Negara bagian Iowa.


Dalam penelitian ini, respondennya adalah 1.307 laki-laki kepala rumah tangga dan menelitinya dari 1968 sampai 2007. Sampel ini diberi pertanyaan setiap tahun dari 1968 hingga 1972.

Beberapa pertanyaan yang diajukan mencakup tingkat kemarahan, apakah mereka marah dengan cukup mudah atau butuh usaha dan waktu lebih banyak untuk membuat mereka marah.

Dan Setiap laki-laki diberi nilai rata-rata dalam lima tahun.

Para responden itu berusia antara 20 dan 40 ketika pertama kali ditanya, dan pada tahun 1982 rata-rata sudah berusia sekitar 34 tahun.

"Mereka yang tingkat amarahnya berada di deretan teratas memiliki 1,57 kali lipat peningkatan risiko kematian dibandingkan dengan mereka yang tingkat amarahnya berada di urutan terbawah," ujar peneliti.

Psikolog yang berbasis di London Graham Price, pun mengatakan orang cepat marah karena mereka mengembangkan keyakinan di alam bawah sadarnya yang berlebihan tentang ketidakadilan.

Menurutnya, keyakinan ini bisa jadi juga dipicu oleh pengalaman negatif di masa lalu dan diperkuat oleh ekspresi kemarahan berlebihan dalam rentang waktu yang cukup lama.

"Cara untuk menekan sifat ini adalah dengan menerima, dan menahan amarah dengan menggunakan kesadaran Anda," ujar Price.

Dia menambahkan, jika amarah masih sulit ditahan, akan berakibat lebih jauh pada kesehatan karena kemarahan adalah bentuk stres, dan stres terbukti dapat meningkatkan kadar kortisol dalam aliran darah.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa jika marah atau bentuk stres lain dipelihata selama jangka waktu tertentu, akan berdampak negatif pada kesehatan dan bisa mengakibatkan IBS (Irritable Bowel Syndrome) atau meningkatnya stroke, serangan jantung dan masalah jantung lainnya," kata Price. (yns)

http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151007124713-277-83388/sifat-pemarah-bisa-memperpendek-usia/

Jumat, 09 Oktober 2015

Sesungguhnya untuk apa manusia bersusah- susah hidup di dunia?


Sesungguhnya untuk apa manusia
bersusah- susah hidup di dunia?
Apa yang ingin dicapai dalam
kehidupan? Sekian puluh tahun
berjuang, untuk apa
mempertahankan hidup ini? 

Bahaya sumpit sekali pakai



SUMPIT SEKALI PAKAI BUANG(Real story)

Informasi ini berasal dari seorang pemuda yang sangat gemar berolahraga tenis.

Bulan lalu dirinya tiba-tiba terserang demam dan kelenjar getah beningnya membengkak.

Masa lalu, masa depan dan masa kini


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=177023695970000&set=pcb.881921805236349&type=3&theater

Beda perbuatan baik dan jahat


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=177023695970000&set=pcb.881921805236349&type=3&theater

Kehidupan sekarang adalah buah sebab akibat


https://www.facebook.com/groups/696541497107715/

Hadirilah, Seminar & Bazaar Vegan di Jakarta


Rabu, 07 Oktober 2015

Ingin Anak Suka Makan Sayur? Kenalkan sejak Dalam Kandungan



JAKARTA, KOMPAS.com — Sering kali orangtua merasa kesulitan menghadapi anak yang tidak suka sayur. Sebab, sayuran juga buah-buahan merupakan makanan sehat dan baik untuk tumbuh kembang anak. Untuk itu, orangtua penting mengenalkan sayur pada anak sedini mungkin, bahkan sejak si kecil masih dalam kandungan.

Kenalkan Sayur dan Buah Sejak Usia 6 Bulan



KOMPAS.com - Serat adalah kebutuhan penting bagi pencernaan anak. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan saluran cerna, tapi juga imunitas yang lebih baik, sehingga tumbuh kembang anak optimal. Bahkan, tercukupinya kebutuhan serat bisa menurunkan risiko terkena berbagai penyakit, seperti peradangan, alergi, diare, jantung, kanker, dan darah tinggi pada usia dewasa nantinya.

Jamur Tiram Berpotensi Jadi Obat


JAKARTA, KOMPAS — Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) berpotensi jadi antikanker payudara. Kandungan ß-glukan yang dihasilkan jamur tiram bisa mendorong respons imun alamiah yang berperan dalam mekanisme antikanker serta dapat menjadi terapi tambahan untuk mengecilkan volume tumor.

Puluhan Juta Orang di Afrika Terancam Kelaparan Karena El Nino



Seorang anak minum air di dekat jatah bantuan makanan dari World Food Programme di Chiredzi Mupinga, Zimbabwe, Selasa (6/10). Puluhan juta orang di sub-Sahara Afrika terancam kelaparan akibat siklus El Nino mencapai puncaknya.(REUTERS/Philimon Bulawayo)

Orang Dewasa Butuh Mewarnai untuk Atasi Stres





Liputan6.com, Jakarta Mewarnai cenderung identik dengan aktivitas anak-anak. Semakin beranjak dewasa, penggunaan peralatan tulis berwarna pun semakin berkurang. Padahal, usia yang terus bertambah pun masih butuh kegiatan mewarnai untuk mengatasi stres.

Apakah daging adalah makanan sehat?

Hasil gambar untuk thinking picture

APAKAH ANDA BERPIKIR DAGING ADALAH MAKANAN YANG SEHAT ?

Keren, ada 100 resep Vegan dari es krim Campina

SCIENTISTS FINALLY DISCOVER EXACTLY WHY EATING RED MEAT CAUSES CANCER

Red Meat Sugar Cancer

Many people grew up being urged to eat pork, beef, and dairy products for their health, but in recent years have received advice to cut back on animal products – especially red meat.

IVU WORLD EVENT

World Vef festival cover page group cover image 6 Sept 2015
Buat yg mau ikutan, world event ni...
Join Us at 43rd IVU World Vegfest in Australia 25th Oct - 1st Nov 2015 (www.ivu.orgwww.facebook.com/events/595768793773435/)

8 Manfaat Kacang Tanah Bagi Kesehatan




Sebagian orang gemar mengonsumsi kacang tanah. Meski memiliki bentuk yang kecil, namun kacang tanah mengandung kebaikan yang tinggi serta merupakan sumber protein. Terdapat banyak manfaat kacang tanah bagi kesehatan kita:

Senang Makan Plastik, Makhluk Ini Akan Jadi “Pahlawan Lingkungan” Dunia





Penelitian yang dilakukan oleh Wei-Min Wu dari Stanford University mengungkap bahwa mealworm atau ulat tepung memiliki kemampuan untuk mengurai plastik berbahan polistirena. Hasil riset yang diterbitkan menjadi dua makalah di jurnal Environmental Science and Technology itu berpotensi menyelesaikan masalah sampah plastik global.